Prayers & Meditations
Indonesian ·
- Barangsiapa yang hendak bersembahyang, harus berdiri dan menghadap kepada Allah*, dan sambil berdiri di tempatnya, ia harus menoleh ke kanan dan ke kiri bagaikan orang yang mengharapkan rahmat Tuhannya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kemudian ia mengucapkan:
Ya Tuhan segala nama dan Pencipta langit! Hamba memohon kepada-Mu, demi mereka yang menjadi Tempat Terbit inti gaib-Mu, Yang Maha Luhur, Yang Maha Mulia, agar menjadikan sembahyangku sebagai api yang akan membakar segala tabir yang menutupi daku dari keelokan-Mu, dan sebagai cahaya yang akan menuntun daku ke samudera Kehadiran-Mu.
- Kemudian ia harus mengangkat kedua tangannya untuk berkunut kepada Allah, Maha Suci dan Maha Mulialah Dia, sambil mengucapkan:
Ya Tuhan Hasrat semesta alam dan Kekasih segala bangsa! Engkau melihat hamba sedang menghadap kepada-Mu dan memisahkan diriku dari segala sesuatu selain Engkau dan memegang tali-Mu, yang dengan gerakannya, tergeraklah seluruh ciptaan. Ya Tuhanku, aku adalah hamba-Mu dan putra hamba- Mu. Lihatlah hamba sedang berdiri siap untuk melakukan kehendak dan kemauan-Mu, dan hamba tidak menghendaki apa pun kecuali kerelaan-Mu. Hamba memohon kepada-Mu, demi Samudera rahmat- Mu dan Surya kurnia-Mu, agar Engkau berbuat pada hamba-Mu ini apa yang Engkau kehendaki dan sukai. Demi kekuasaan-Mu yang jauh lebih tinggi daripada ucapan dan pujian! Apa saja yang datang dari-Mu, itulah hasrat hatiku dan kekasih jiwaku.
Ya Tuhan, Tuhanku! Janganlah melihat pada harapan-harapanku dan perbuatan-perbuatanku, tetapi pandanglah pada kehendak-Mu yang meliputi langit dan bumi. Demi Nama-Mu Yang Maha Agung, ya Engkau Raja segala bangsa! Hamba hanya menghendaki apa yang Engkau kehendaki dan hanya mencintai apa yang Engkau cintai.
- Kemudian ia bersujud sambil mengucapkan:
Lebih mulialah Engkau di atas segala sifat yang diberikan oleh siapa pun kecuali Engkau Sendiri dan di atas pengertian siapa pun kecuali Engkau.
- Kemudian ia berdiri dan mengucapkan:
Ya Tuhanku, jadikanlah sembahyangku laksana suatu sumber air kehidupan, yang melaluinya, hamba dapat hidup selama kerajaan-Mu berlangsung, dan dapat menyebut Engkau dalam setiap alam dari alam- alam-Mu.
- Kemudian ia mengangkat kedua tangannya untuk berkunut lagi dan mengucapkan:
Ya Engkau, yang bila terpisah daripada-Mu, lebur- lah hati dan jiwa, dan dengan api cinta-Mu telah berkobar-kobarlah seluruh dunia! Hamba memohon kepada-Mu, demi Nama-Mu, yang melaluinya Engkau telah menguasai seluruh ciptaan, agar jangan menghalangi daku dari apa yang ada pada-Mu, ya Engkau, yang menguasai semua manusia! Ya Tuhanku, Engkau melihat orang asing ini sedang bergegas menuju ke tempat asalnya yang tertinggi di bawah naungan kubah keagungan-Mu dan di dalam lingkungan rahmat-Mu; dan orang yang berdosa ini sedang mencari samudera pengampunan-Mu; dan orang yang hina ini sedang mencari istana kemuliaan-Mu; dan makhluk miskin ini mencari ufuk kekayaan-Mu. Milik Engkaulah kekuasaan untuk memerintah apa pun yang Engkau kehendaki. Hamba naik saksi bahwa Engkaulah yang terpuji dalam segala pekerjaan-Mu dan ditaati dalam segala keputusan-Mu, dan Engkaulah yang bebas dalam segala perintah-Mu.
- Kemudian ia mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan “Alláh’u’Abhá” tiga kali. Kemudian ia ruku dihadapan Allah, Maha Suci dan Maha Mulialah Ia, dan mengucapkan:
Ya Tuhanku, Engkau melihat bagaimana jiwaku bergetar pada kaki dan tanganku, dan pada seluruh anggota tubuhku dalam kerinduannya untuk menyembah Dikau, dan dalam keinginannya untuk menyebut dan memuji Dikau; dan bagaimana jiwaku naik saksi pada apa yang telah disaksikan oleh Lidah Perintah-Mu dalam alam ucapan-Mu dan langit pengetahuan-Mu. Ya Tuhanku, Hamba ingin sekali dalam keadaan ini memohon kepada-Mu semua yang ada pada-Mu, agar hamba dapat membuktikan kemiskinanku dan memperbesar pemberian-Mu dan kekayaan-Mu, dan dapat menyatakan kelemahanku dan memperlihatkan kekuasaan-Mu dan kekuatan-Mu.
- Kemudian ia berdiri dan mengangkat dua kali kedua tangannya untuk berkunut dan mengucapkan:
Tiada Tuhan melainkan Engkau, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Dermawan. Tiada Tuhan melainkan Engkau, yang menjadi Hakim, baik pada awal maupun akhir. Ya Tuhanku! Pengampunan-Mu telah memberani- kan daku, dan rahmat-Mu telah menguatkan daku, dan panggilan-Mu telah membangunkan daku, dan kurnia- Mu telah membangkitkan daku dan menuntun daku kepada-Mu. Jika tidak, siapakah hamba ini, yang berani berdiri di gapura kota kedekatan-Mu, atau dapat mengarahkan mukaku pada cahaya-cahaya yang bersinar dari langit kemauan-Mu? Ya Tuhanku, Engkau melihat makhluk miskin ini mengetuk pintu kurnia-Mu, dan orang yang fana ini mencari sungai kehidupan abadi dari tangan kemurahan-Mu. Milik Engkaulah perintah dalam segala hal, ya Engkau Tuhan segala nama; dan bagiku hanyalah kepasrahan dan penyerahan diri dengan rela pada kehendak-Mu, ya Pencipta langit.
- Kemudian ia mengangkat kedua tangannya tiga kali dan setiap kali mengucapkan:
Lebih besarlah Tuhan dari segala yang besar!
- Kemudian ia bersujud dan mengucapkan:
Terlalu tinggilah Engkau bagi pujian-pujian me- reka yang dekat pada-Mu, untuk naik ke langit kedeka- tan-Mu, atau bagi burung-burung hati mereka yang setia pada-Mu untuk mencapai pintu gapura-Mu. Hamba naik saksi bahwa maha kuduslah Engkau di atas segala sifat-sifat dan maha sucilah di atas segala nama-nama. Tiada Tuhan melainkan Engkau, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Mulia.
- Kemudian ia duduk dan mengucapkan:
Hamba naik saksi pada apa yang telah disaksikan oleh semua yang diciptakan, Malaikat-malaikat di kayangan, penghuni Surga yang tertinggi dan di luar semua itu, Lidah Kebesaran Sendiri dari Ufuk yang maha mulia, bahwa sesungguhnya Engkaulah Allah, tiada Tuhan melainkan Engkau dan Dia yang telah menjelma adalah Rahasia Tersembunyi, Tanda yang Terpendam yang telah menyambungkan huruf Kaf dengan Nun*.
- Kaf dengan Nun menjadi Kun, artinya “jadilah!” Dengan kata itulah Tuhan menjadikan alam.
Aku naik saksi bahwa Dialah yang nama-Nya telah ditulis oleh Pena Yang Maha Tinggi, dan yang telah tercantum dalam Kitab-kitab Allah, Raja Arasy dan bumi.
- Kemudian ia berdiri tegak dan mengucapkan:
Ya Tuhan segala makhluk dan Pemilik segala sesuatu baik yang nyata maupun yang gaib! Engkau melihat air mataku berlinang dan keluhan yang aku ke- luarkan, dan mendengar sedu-sedanku dan tangisku serta ratapan hatiku. Demi kekuasaan-Mu! Pelangga- ran-pelanggaranku telah menjauhkan daku dari mendekati Engkau; dan dosa-dosaku telah menahan daku jauh dari istana kesucian-Mu. Ya Tuhanku, cinta- Mu telah memperkaya daku, dan perpisahan dengan Dikau telah menghancurkan daku, dan jauh dari-Mu telah membakar diriku. Aku memohon kepada-Mu, demi jejak-jejak kaki-Mu di belantara ini dan demi kalimat, “Di sinilah aku, di sinilah aku” yang telah diucapkan oleh hamba-hamba pilihan-Mu dalam alam semesta ini, dan demi hembusan Wahyu-Mu, serta angin sepoi- sepoi Fajar Penjelmaan-Mu, untuk mentakdirkan agar aku dapat memandang keelokan-Mu dan mengamalkan apa saja yang ada dalam Kitab-Mu. Kemudian ia menyebutkan Alláh’u’Abhá tiga kali, dan ruku, sambil mengucapkan: Pujian bagi-Mu ya Tuhanku, karena Engkau telah menolong daku untuk mengingat dan memuji Dikau 7 dan telah memperkenalkan kepadaku Dia yang menjadi Tempat Terbit tanda-tanda-Mu, dan telah menyebab- kan daku membungkuk dihadapan Ketuhanan-Mu dan merendahkan diriku di-hadapan Keilahian-Mu serta mengakui apa yang telah diucapkan oleh Lidah Kebesaran-Mu.
- Kemudian ia berdiri dan mengucapkan:
Ya Tuhan, Tuhanku! Punggungku dibungkukkan oleh beban dosaku dan kelalaianku telah menghancur- kan daku. Kapan saja aku memikirkan keburukan perbuatan-perbuatanku dan kebaikan-Mu, luluhlah rasanya hatiku dalam diriku dan mendidihlah darah dalam urat nadiku. Demi Keindahan-Mu, ya Tujuan semesta alam! Aku merasa malu untuk menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan tangan harapanku merasa segan untuk diangkat ke langit kedermawanan-Mu. Ya Tuhanku, Engkau melihat bagaimana air mataku menghalangi daku dari mengingat Dikau dan dari memuji kebajikan-Mu, ya Engkau Raja Arasy dan bumi! Aku memohon kepada-Mu demi tanda-tanda Kerajaan- Mu dan rahasia-rahasia Kekuasaan-Mu, agar Engkau berbuat terhadap kekasih-kekasih-Mu apa yang patut bagi kemurahan-Mu, ya Raja segala makhluk, dan yang layak bagi rahmat-Mu, ya Raja dari yang nyata dan yang gaib!
- Kemudian ia mengucapkan “Alláh’u’Abhá” tiga kali dan sujud, sambil mengucapkan:
Pujian bagi-Mu ya Tuhan kami, karena Engkau telah menurunkan kepada kami apa yang mendekatkan kami kepada-Mu, dan karena Engkau telah menganugerahkan kepada kami segala sesuatu yang baik yang Engkau turunkan di dalam Kitab-kitab dan Tulisan-tulisan-Mu. Ya Tuhanku, kami memohon agar Engkau melindungi kami dari laskar-laskar khayalan- khayalan kosong dan angan-angan yang sia-sia. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa dan Maha Tahu.
- Kemudian ia mengangkat kepalanya dan duduk serta mengucapkan:
Aku naik saksi, ya Tuhanku, pada apa yang disak-sikan oleh Hamba-hamba-Mu yang terpilih dan aku mengakui pada apa yang telah diakui oleh penghuni- penghuni Surga Tertinggi dan oleh mereka yang telah mengelilingi Arasy-Mu yang agung. Kerajaan-kerajaan di bumi dan di langit kepunyaan-Mu, ya Tuhan sekalian alam!
*“Ketahuilah olehmu bahwa di dalam setiap kata dan gerakan dari sembahyang wajib, terpendam makna-makna, rahasia-rahasia dan hikmah yang tak dapat dipahami oleh manusia dan tak dapat terkandung dalam huruf-huruf dan ayat-ayat.” – ‘Abdu’l-Bahá
Pujian yang berasal dari Diri-Mu Sendiri Yang Maha Luhur, dan kemuliaan yang telah bersinar dari Keindahan-Mu yang maha cemerlang, bagi-Mulah, ya Engkau, Penjelmaan Keagungan, dan Raja Keabadian, dan Tuhan segala yang ada di langit dan di bumi! Hamba naik saksi bahwa melalui Engkau, kedaulatan Tuhan dan kekuasaan-Nya, serta keagungan Tuhan dan kebesaran-Nya, telah dinyatakan, dan Surya-surya kecemerlangan purba telah memancarkan sinar-Nya di langit perintah-Mu yang kekal dan Keindahan Yang Gaib telah bersinar di atas ufuk alam ciptaan. Selain daripada itu, hamba naik saksi, bahwa hanya dengan satu gerakan dari Pena-Mu, maka perintah “Kun”* dari-Mu telah terlaksana dan Rahasia Tuhan yang tersembunyi telah terbuka, dan segala sesuatu yang diciptakan telah terwujud, dan semua Wahyu diturunkan.
Selain daripada itu, hamba naik saksi bahwa melalui keindahan-Mu maka keindahan “Ma’bud”* telah terbuka, dan karena wajah-Mu maka wajah Dia Yang Dihasratkan bersinar; dan melalui satu kata dari-Mu, Engkau telah menentukan di antara segala makhluk, dengan demikian menyebabkan mereka yang berbakti pada-Mu naik ke puncak kemuliaan dan mereka yang musyrik jatuh ke dalam jurang yang serendah- rendahnya. Hamba naik saksi, bahwa barangsiapa yang telah mengenal Dikau telah mengenal Tuhan, dan barang siapa yang telah mencapai kehadiran-Mu telah mencapai kehadiran Tuhan. Oleh karena itu diberkatilah dia yang telah percaya akan Dikau, dan akan tanda-tanda-Mu dan telah merendahkan diri-nya dihadapan kedaulatan-Mu, dan telah mendapatkan kehormatan bertemu dengan Dikau, dan telah mencapai keridhoan kehendak-Mu, dan mengelilingi di sekitar-Mu dan berdiri dihadapan singgasana-Mu. Celakalah bagi dia yang telah melawan Dikau, dan telah menyangkal Dikau, dan mengingkari tanda-tanda- Mu, dan membantah kedaulatan-Mu, dan bangkit menentang Diri-Mu, dan menjadi sombong dihadapan wajah-Mu, dan telah bertengkar tentang bukti-bukti-Mu, dan lari dari kekuasaan-Mu dan kerajaan-Mu, dan telah masuk bilangan mereka yang musyrik yang nama-namanya telah ditulis oleh jari perintah-Mu dalam Loh- Loh-Mu yang suci. Hembuskanlah kepadaku, ya Tuhanku dan Kekasihku, dari tangan kanan kemurahan-Mu dan kasih sayang-Mu, embusan suci rahmat-Mu supaya hendaknya dapat menarik daku dari diriku dan dari dunia ke istana kedekatan-Mu dan kehadiran-Mu. Sesungguhnya, Engkaulah Yang menguasai segala sesuatu. Bagi Engkaulah, pujian Tuhan dan mengingat-Nya, serta kemuliaan Tuhan dan kecemerlangan-Nya, ya Engkau yang menjadi Keindahan-Nya! Hamba naik saksi bahwa mata alam ciptaan belum pernah melihat orang yang diperlakukan tak adil seperti Engkau. Engkau telah ditenggelamkan selama masa hidup-Mu ke dalam samudera kesengsaraan. Pada suatu waktu Engkau telah dibelenggu dan dirantai; dan pada waktu lainnya Engkau diancam oleh pedang musuh-musuh- Mu. Walaupun demikian, Engkau telah memerintahkan kepada semua orang agar melaksanakan apa yang telah ditetapkan kepada-Mu oleh Dia, Yang Maha Tahu, Yang Maha Arif. Semoga rohku menjadi pengorbanan bagi perlakuan-perlakuan tak adil yang Engkau derita, dan jiwaku menjadi tebusan bagi kesengsaraan- kesengsaraan yang telah Engkau alami. Hamba memohon kepada Tuhan, demi Engkau dan demi mereka yang wajah-wajahnya telah diterangi oleh kecemerlangan cahaya wajah-Mu dan yang telah melaksanakan semua yang diperintahkan kepada mereka demi cinta pada-Mu, agar melenyapkan selubung yang menghalangi antara Engkau dan makhluk-makhluk-Mu, dan menganugerahi hamba dengan kebaikan dunia ini dan akhirat. Engkau sesungguhnya, Yang Maha Kuat, Yang Maha Luhur, Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Pengasih. Berkatilah, ya Rabi Tuhanku, Sidrat* dan daun-daun- Nya dan ranting-ranting-Nya dan cabang-cabang-Nya, dan batang-batang-Nya, dan tunas-tunas-Nya selama berlangsung gelar-gelar-Mu yang maha luhur dan sifat-sifat-Mu yang tertinggi. Maka lindungilah semuanya itu dari kekejaman para penyerang dan bala tentara kelaliman. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Besar, Yang Maha Kuasa. Berkatilah pula, ya Rabi Tuhanku, hamba-hamba-Mu, baik pria maupun wanita yang telah berhasil mencapai Dikau. Sesungguhnya, Engkau-lah Yang Maha Dermawan, Yang Kurnia-Nya tak terbatas. Tiada Tuhan melainkan Engkau, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Dermawan.
- Sidrat berarti Pohon Ilahi
- Ma’bud berarti Yang Disembah
Ya Tuhanku, kuatkanlah tanganku agar dapat memegang Kitab-Mu sedemikian teguhnya sehingga laskar-laskar dunia tak akan berdaya terhadapnya. Kemudian jagalah ia supaya jangan bercampur tangan dengan segala sesuatu yang tidak termasuk hak miliknya. Sesungguhnya, Engkau Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuat.
- Dan membasuh mukanya seraya mengucapkan:
Ya Tuhanku, hamba telah menghadapkan wajah hamba kepada-Mu! Terangilah dia dengan sinar wajah- Mu. Kemudian peliharalah dia supaya jangan mengha- dap kepada siapa pun selain Engkau.
- Kemudian ia harus berdiri mengarahkan mukanya ke Kiblat dan mengucapkan:
Tuhan naik saksi bahwa tiada Tuhan lain kecuali Dia. Kepunyaan Dialah segala kerajaan Wahyu dan alam ciptaan. Sesungguhnya Ia telah menjelmakan Dia yang menjadi Tempat Terbit Wahyu, yang berbicara di Sinai, yang karena Dia, telah bersinarlah Ufuk Yang Maha Tinggi, dan telah ber-bicaralah Sidratul Muntaha, dan karena Dia, seruan telah diumumkan kepada semua yang ada di langit dan di bumi: “Lihatlah Sang Pemilik telah datang. Seluruh bumi dan Surga, kemuliaan dan kekuasaan kepunyaan Tuhan, Raja semua manusia dan Pemilik Arasy dan bumi!”
Kemudian ia ruku sambil mengucapkan:
Lebih mulialah Engkau di atas pujianku dan pujian orang lain daripadaku dan lebih mulialah Engkau di atas sifat-sifat yang kuberikan kepada-Mu dan yang diberikan oleh semua orang yang ada di langit dan di bumi!
- Kemudian ia berdiri dan berkunut sambil mengucapkan:
Ya Tuhanku, janganlah Engkau mengecewakan dia yang dengan jari-jari permohonan telah memegang ujung jubah rahmat-Mu dan kurnia-Mu. Ya Engkau yang lebih Penyayang dari segala penyayang.
- Kemudian ia duduk dan mengucapkan:
Hamba naik saksi atas keesaan-Mu dan ketunggalan-Mu dan bahwasanya Engkaulah Tuhan, tiada Tuhan lain kecuali Engkau. Sesungguhnya Engkau telah mewahyukan Firman-Mu, memenuhi Perjanjian-Mu dan membukakan pintu kurnia-Mu lebar-lebar bagi semua yang ada di langit dan di bumi.
Salawat dan salam, takbir dan kemuliaan bagi kekasih-kekasih-Mu yang tidak terhalangi oleh perubahan-perubahan dan nasib-nasib dunia untuk menghadap kepada-Mu, dan telah mengorbankan segala sesuatu yang ada pada mereka, dengan harapan agar menerima apa yang ada pada-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Pengampun dan Maha Dermawan.
*[Seandainya seseorang memilih untuk membaca ayat berikut sebagai ganti dari ayat yang panjang; hal ini akan mencukupi:
Tuhan naik saksi bahwa tiada Tuhan melainkan Dia, Penolong Dalam Bahaya, Yang Berdiri Sendiri.
Dan begitu juga pada waktu duduk, akan mencukupi jika ia memilih untuk membaca ayat berikut ini:
Hamba naik saksi atas keesaan-Mu dan ketunggalan-Mu, dan bahwasanya Engkaulah Tuhan, dan tiada Tuhan selain Engkau.]
- Naw-Ruz
*[Hari Raya Tahun Baru Bahá’í, 21 Maret]
Pujian bagi-Mu, ya Tuhanku, karena Engkau telah menetapkan Naw-ruz sebagai suatu hari raya bagi mereka yang telah berpuasa karena cintanya kepada- Mu, dan telah menjauhkan diri dari segala sesuatu yang tak Engkau sukai. Ya Tuhanku, jadikanlah api cinta-Mu dan panas yang disebabkan karena puasa yang Engkau tetapkan, menyalakan semangat mereka dalam Agama- Mu, serta membuat mereka asyik dengan pujian dan sebutan kepada-Mu. Karena Engkau telah menghiasi mereka, ya Tuhan- ku, dengan perhiasan puasa, maka hiasilah pula mereka itu dengan perhiasan penerimaan-Mu melalui kurnia dan rahmat-Mu. Sebab, perbuatan-perbuatan manusia itu semuanya tergantung pada penerimaan-Mu dan ditentukan oleh perintah-Mu. Seandainya Engkau menganggap dia yang telah melanggar kewajiban berpuasa sebagai seorang yang telah menunaikan ibadah puasa, niscaya orang itu akan termasuk bilangan mereka yang untuk selama-lamanya telah berpuasa. Dan seandainya Engkau menetapkan bahwa ia yang telah menunaikan ibadah puasa, telah melanggar kewajiban berpuasa, maka orang itu akan termasuk bilangan mereka yang telah menodai Jubah Wahyu-Mu dengan debu, dan telah terjauh-kan dari air jernih yang berasal dari Sumber hidup ini. Engkaulah Dia yang melalui-Nya panji “Terpujilah Engkau dalam perbuatan-perbuatan-Mu” telah dinaikkan, dan bendera “Ditaatilah Engkau dalam perintah-perintah-Mu” telah dikibarkan. Beritahukanlah kedudukan-Mu ini, ya Tuhanku, kepada hamba-hamba- Mu, supaya mereka menjadi sadar bahwa keunggulan segala hal itu tergantung pada perintah dan firman-Mu, dan bahwa kebajikan tiap-tiap perbuatan ditentukan oleh izin-Mu dan kerelaan kehendak-Mu, dan semoga mereka menginsafi bahwa kendali perbuatan-perbuatan manusia berada dalam genggaman penerimaan dan perintah-Mu. Beritahukanlah ini kepada mereka itu, supaya tiada apa pun yang dapat menjauhkan mereka dari Keindahan-Mu, pada hari-hari ini ketika Kristus berseru: “Semua kerajaan milik-Mu, ya Engkau Penurun Ruh [Isa]”, dan Sahabat-Mu [Muhammad] berseru: “Pujian bagi-Mu, ya Engkau Yang Tercinta, karena Engkau telah menampakkan Keindahan-Mu, dan telah menetapkan bagi orang-orang pilihan-Mu apa yang akan memungkinkan mereka itu mencapai singgasana penjelmaan Nama-Mu Yang Maha Agung, yang melaluinya semua umat meratap kecuali mereka yang telah melepaskan dirinya dari segala sesuatu kecuali Engkau, serta menuju kepada Dia yang menjadi Penjelmaan Diri-Mu dan Perwujudan sifat-sifat-Mu. Ia yang menjadi Cabang-Mu dan semua mereka yang ada di sekeliling-Mu, ya Tuhanku, telah membuka puasanya pada hari ini setelah mereka berpuasa dalam lingkungan istana-Mu karena kerinduannya akan kerelaan-Mu. Tetapkanlah baginya dan bagi mereka, dan bagi semua yang telah memasuki kehadiran-Mu pada hari-hari itu, segala kebaikan yang telah Engkau takdirkan dalam Kitab-Mu. Kemudian, berikanlah kepada mereka itu apa yang menguntungkan mereka, baik dalam dunia ini maupun di akhirat. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
*“Berbahagialah orang yang memasuki hari pertama bulan Bahá, yaitu hari yang telah Allah sucikan bagi Nama Terbesar ini. Dan diberkatilah dia, yang pada hari ini memperlihatkan pemberian-pemberian Allah yang telah dianugerahkan kepadanya. Sesungguhnya, ia termasuk mereka yang bersyukur kepada Allah melalui perbuatan-perbuatannya yang menandakan kurnia-kurnia Allah telah meliputi seluruh dunia. Katakanlah: Sesungguhnya, hari ini adalah mahkota semua bulan dan sumber daripadanya, hari di mana hembusan kehidupan ditiupkan di atas segala sesuatu yang diciptakan. Besarlah berkat dia yang menyambutnya dengan berseri-seri dan riang gembira”. - Bahá’u’lláh
Dimuliakanlah Nama-Mu, Ya Rabi Tuhanku. Lihatlah mataku yang dengan penuh harapan ingin melihat keajaiban-keajaiban rahmat-Mu, dan telingaku rindu akan mendengar lagu-lagu merdu-Mu dan kalbuku berhasrat keras pada air hidup ilmu-Mu. Engkau melihat hamba wanita-Mu, ya Tuhanku, berdiri di depan takhta rahmat-Mu dan memanggil-Mu dengan Nama-Mu yang telah Engkau pilih di atas segala nama lainnya, dan yang telah Engkau dirikan di atas segala yang ada di langit dan di bumi. Turunkanlah pada hamba ini hembusan rahmat-Mu supaya hendaknya ia menjadi terlepas sama sekali dari dirinya sendiri dan tertarik pada tempat duduk yang menjadi singgasana-Mu yang memancarkan kecemerlangan kedaulatan-Mu dan bersinar dengan kemuliaan wajah- Mu. Berkuasalah Engkau untuk berbuat apa yang Engkau kehendaki. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Maha Mulia, Yang Maha Dermawan. Aku memohon kepada-Mu, ya Tuhanku, janganlah menyingkirkan mereka yang telah mencari Engkau, dan janganlah menolak mereka yang telah mengarahkan langkah-langkahnya pada-Mu, dan janganlah menjauhkan dari rahmat-Mu, mereka yang cinta pada- Mu.
Ya Tuhanku, Engkau adalah Dia yang telah menamakan Dirinya Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Kasihanilah hamba wanita-Mu yang telah mencari perlindungan pada-Mu dan yang telah menghadapkan wajahnya kepada-Mu. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Rahim.
Engkau adalah Dia, ya Tuhanku, yang berkat nama-nama-Nya si sakit menjadi sembuh, yang menderita menjadi baik; yang dahaga menjadi puas, yang duka menjadi tenang, yang melawan memperoleh bimbingan, yang hina menjadi mulia, yang miskin menjadi kaya, yang bodoh menjadi pandai, yang suram menjadi terang, yang sedih menjadi gembira, yang dingin menjadi panas dan yang tertindas menjadi bebas. Berkat nama-Mu, ya Tuhanku, semua makhluk digerakkan, langit dibentangkan, dan bumi didirikan, dan awan-awan dinaikkan supaya menghujani bumi. Sesungguhnya, inilah tanda rahmat-Mu bagi semua makhluk-Mu.
Oleh karena itu, aku memohon kepada-Mu, demi nama-Mu yang melaluinya Engkau telah menyatakan Ketuhanan-Mu dan meluhurkan Agama-Mu di atas sekalian makhluk, dan demi setiap gelar-Mu yang maha agung dan sifat-sifat-Mu yang maha tinggi dan demi semua kebajikan-kebajikan yang menyebabkan wujud- Mu yang maha luhur dipuji-puji, agar menurunkan dari awan-awan rahmat-Mu hujan penyembuhan-Mu di atas bayi kecil ini yang telah Engkau hubungkan dengan Diri-Mu yang maha mulia dalam kerajaan ciptaan-Mu. Maka kenakanlah, ya Tuhanku, demi rahmat-Mu, jubah keselamatan dan kesehatan padanya, dan lindungilah dia, ya Kekasihku, dari segala bencana dan penyakit, dan dari apa yang tak Engkau sukai.
Sesungguhnya, segala-galanya dalam genggaman kekuasaan-Mu. Engkau sesungguhnya, Yang Maha Kuasa, Yang Berdiri Sendiri. Selain itu, ya Tuhanku, turunkanlah padanya kebaikan dunia ini dan akhirat, dan kebaikan angkatan-angkatan terdahulu dan yang sesudahnya. Sesungguhnya, Engkaulah yang berkuasa dan arif atas hal ini.
Tuhanku, Apiku dan Cahayaku! Hari-hari yang Engkau namakan Ayyami-Ha dalam Kitab-Mu telah mulai, ya Engkau Raja segala nama, dan puasa yang telah ditetapkan oleh Pena-Mu yang terluhur telah mendekat untuk dilaksanakan oleh semua orang yang ada di kerajaan alam ciptaan-Mu. Hamba memohon kepada- Mu, ya Tuhanku, demi hari-hari ini dan demi mereka semua yang selama masa itu berpegang teguh pada tali perintah-perintah-Mu, dan memegang pegangan peraturan-peraturan-Mu, supaya hendaknya diberikan kepada setiap jiwa, tempat di dalam lingkungan istana- Mu dan tempat duduk pada penjelmaan kecemerlangan cahaya wajah-Mu. Mereka ini, ya Tuhanku, adalah hamba-hamba-Mu yang tak dihalangi dari apa yang telah Engkau turunkan dalam Kitab-Mu oleh kecenderungan yang jahat. Mereka telah membungkukkan dirinya dihadapan Agama-Mu, dan menerima Kitab-Mu dengan ketetapan hati yang berasal dari-Mu, dan telah me-lakukan apa yang Engkau perintahkan bagi mereka, dan telah memilih untuk mengikuti apa yang telah Engkau turunkan. Engkau melihat, ya Tuhanku, bagaimana mereka itu mengenal dan mengakui apa saja yang telah Engkau wahyukan dalam Tulisan-tulisan-Mu. Berilah mereka minum air kehidupan keabadian-Mu,dari tangan kerahmanan-Mu, ya Tuhanku. Kemudian tulislah bagi mereka ganjaran yang ditetapkan bagi dia yang telah menyelamkan dirinya kedalam samudera kehadiran-Mu dan mencapai anggur terpilih bertemu dengan -Mu. Hamba memohon kepada-Mu, ya Engkau Raja segala raja dan Pengasih bagi mereka yang tertindas, agar menetapkan bagi mereka kebaikan dunia ini dan akhirat. Lebih lanjut, tulislah bagi mereka apa yang tak ditemukan oleh makhluk-makhluk-Mu dan masukkanlah mereka ke dalam bilangan orang-orang yang telah mengelilingi-Mu, dan yang bergerak di sekitar Singgasana-Mu di setiap alam di antara alam-alam-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuat, Yang Maha Tahu, Yang Maha Arif.
*“Seharusnya umat Bahá, selama hari-hari itu, menyediakan jamuan yang baik untuk mereka sendiri, sanak saudara mereka, kemudian fakir miskin dan yang memerlukan, dan dengan riang dan gembira, memuji dan memuliakan Rabi mereka…”
*“Sesungguhnya, Kami perintahkan kepada semua orang agar pada hari-hari ini memberikan pemberian kepada dirinya dan kepada orang-orang yang menghadap pada Tuhan… Kami telah menetapkan hari-hari itu sebelum puasa sebagai rahmat dari pihak Kami … Berbahagialah orang-orang yang menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan dan celakalah bagi mereka yang melalaikannya”.
Aku tak tahu, ya Tuhanku, Api apakah yang Engkau nyalakan di negeri-Mu. Bumi tak dapat menyuramkan cahayanya, dan tak ada pula air yang dapat memadamkan nyalanya. Semua bangsa di dunia ini tak berdaya melawan kekuatannya. Besarlah kurnia dia yang mendekatinya dan men-dengarkan gemuruhnya. Beberapa orang, ya Tuhanku, telah diberi kesanggupan untuk mendekatinya melalui rahmat-Mu yang menguatkan, sedangkan yang lain-lainnya Engkau jauhkan karena apa yang telah mereka perbuat pada hari-hari-Mu. Siapa saja yang bergegas-gegas untuk menghampiri dan mencapainya, karena keinginannya untuk memandang keindahan-Mu, telah menyerahkan hidupnya pada jalan-Mu dan naik kepada-Mu, terlepas sama sekali dari apa pun selain Engkau Sendiri. Aku memohon kepada-Mu ya Tuhanku, demi Api ini yang menyala dan mengamuk di dunia ciptaan, agar merobek tabir-tabir yang telah menghalangi daku untuk hadir dihadapan takhta keagungan-Mu dan untuk berdiri di depan gapura-Mu. Takdirkanlah bagiku, ya Tuhanku, segala kebaikan yang telah Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, dan janganlah membiarkan daku jauh dari naungan rahmat-Mu. Maha Kuasalah Engkau untuk berbuat sekehendak- Mu. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Dermawan.
*“Lepaskanlah dirimu dari segala sesuatu kecuali Daku dan hadapkanlah wajahmu kepada wajah-Ku, karena lebih baiklah ini bagimu daripada segala sesuatu yang engkau miliki.”
*“Hakikat cinta adalah manusia mengarahkan kalbunya pada Sang Kekasih, dan melepaskan dirinya dari segala sesuatu kecuali Dia, dan tidak menghasratkan apa pun kecuali apa yang dihasratkan oleh Tuhannya.” – Bahá’u’lláh
“Semoga engkau mengetahui betapa tinggi kedudukannya yang ditakdirkan bagi jiwa-jiwa yang terlepas dari dunia dan tertarik kepada Agama serta menyebarkan Agama-Nya di bawah naungan Hazrat Bahá’u’lláh.” - ‘Abdu’l-Bahá
Berilah aku minum dari sungai-sungai keabadian- Mu yang harum semerbak, ya Tuhanku, dan mungkinkanlah daku mengecap buah pohon wujud-Mu, ya Harapanku! Biarlah aku minum sepuas-puasnya dari sungai-sungai cinta-Mu yang jernih, ya Kemuliaanku, dan izinkanlah daku berdiam di bawah naungan perlindungan-Mu yang abadi, ya Cahayaku! Berilah aku kesanggupan untuk mengembara di padang-padang rumput kedekatan-Mu, ya Kekasihku dan dudukkanlah daku di sebelah kanan takhta rahmat-Mu, ya Hasratku! Dari angin harum semerbak kegirangan-Mu, biarlah hembusan melewati diriku, ya Tujuanku, dan izinkanlah daku memasuki puncak-puncak firdaus kenyataan-Mu, ya Pujaanku! Biarlah aku mendengar lagu-lagu merpati ketunggalan-Mu, ya Yang Cemerlang, dan gerakkanlah daku melalui roh kekuasaan dan kekuatan-Mu, ya Pemeliharaku!
Teguhkanlah daku dalam roh kasih-Mu, ya Penolongku, dan kukuhkanlah langkah-langkahku pada jalan keridhoan-Mu, ya Penciptaku! Biarkanlah aku berdiam untuk selama-lamanya dihadapan wajah-Mu dalam kebun abadi-Mu, ya Engkau yang mengasihaniku dan dudukkanlah daku di atas takhta kemuliaan-Mu, ya Engkau Pemilikku! Angkatlah daku ke langit kasih sayang-Mu, ya Penggerakku dan pada Surya Hidayat-Mu bimbinglah daku, ya Penarikku! Panggillah aku agar hadir dihadapan penjelmaan-penjelmaan roh- Mu yang gaib, ya Engkau Asalku dan Hasratku yang Tertinggi, dan biarkanlah aku kembali kepada hakikat keindahan-Mu yang harum yang akan Engkau jelmakan, ya Engkau Tuhanku!
Berkuasalah Engkau berbuat sekehendak-Mu. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Luhur, Yang Maha Mulia, Yang Maha Agung.
Dimuliakanlah Engkau, ya Rabi Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu demi Dia, Nama-Mu Yang Terbesar, yang telah amat disakiti oleh makhluk- makhluk-Mu yang mengingkari kebenaran-Mu, dan yang telah diliputi oleh kesedihan-kesedihan yang tak terlukiskan, agar hendaknya aku diizinkan mengingat kepada-Mu dan memuliakan pujian-Mu, dalam hari-hari ini ketika semua telah berpaling dari keindahan-Mu, telah membantah-Mu dan berpaling dengan hina dari Dia, Pewahyu Agama-Mu. Ya Tuhanku, tak ada seorang pun yang dapat membantu Engkau selain Engkau Sendiri, dan tak ada kekuatan yang menolong Dikau selain kekuatan-Mu Sendiri.
Aku memohon kepada-Mu agar memungkinkan daku untuk tetap teguh melekat pada kasih-Mu dan ingat akan Dikau. Hal ini sesungguhnya di dalam kemampuanku dan Engkaulah Dia Yang Mengetahui segala hal yang ada di dalam diriku. Sesungguhnya, Engkau Yang Maha Tahu, yang memaklumi segala- galanya. Ya Tuhan, janganlah menjauhkan daku dari kecemerlangan cahaya wajah-Mu, yang sinarnya telah menerangi seluruh alam. Tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengampun.
Kemuliaan bagi-Mu ya Rabi Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu demi Nama-Mu yang melaluinya Engkau telah mengangkat panji-panji bimbingan-Mu dan telah memancarkan cahaya kasih sayang-Mu, dan telah menyatakan kedaulatan Ketuhanan-Mu; yang melaluinya lampu nama-nama-Mu telah muncul dalam relung sifat-sifat-Mu, dan Ia yang menjadi Kemah kesatuan-Mu dan Perwujudan keterlepasan-Mu telah bersinar; yang melaluinya jalan bimbingan-Mu ditunjukkan, dan jalan keridhoan-Mu ditandai; yang melaluinya dasar kesalahan telah digetarkan, dan tanda-tanda kejahatan telah dimusnahkan; yang melaluinya sumber kearifan telah memancar dan meja surgawi telah diturunkan; yang melaluinya Engkau telah memelihara hamba-hamba-Mu dan telah menganugerahi penyembuhan-Mu; yang melaluinya Engkau telah memperlihatkan rahmat-Mu yang mesra kepada hamba-hamba-Mu dan menyatakan pengampunan-Mu di antara makhluk-makhluk-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar menyelamatkan dia yang telah berpegang teguh dan telah kembali kepada-Mu, dan memegang jubah kasih sayang-Mu. Maka turunkanlah penyembuhan-Mu kepadanya, sembuhkan- lah dia dan anugerahilah dia keteguhan yang diberikan oleh-Mu, dan ketenangan yang dianugerahkan oleh Yang Mulia. Sesungguhnya Engkaulah Penyembuh, Pemelihara, Penolong Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Tahu.
*“Ada dua jalan untuk menyembuhkan penyakit, cara jasmani dan cara rohani. Yang pertama memakai obat-obatan; yang kedua adalah berdoa kepada Tuhan dan menghadap kepada- Nya. Kedua cara ini harus dipakai dan dijalankan.” *“Sekarang jika engkau ingin mengetahui penyembuhan sejati yang akan menyembuhkan manusia dari segala penyakit dan akan memberikan kepada dia kesehatan dari kerajaan Ilahi, ketahuilah bahwa itu adalah peraturan-peraturan dan ajaran- ajaran Tuhan. Pusatkanlah perhatianmu pada hal tersebut “. - ‘Abdu’l-Bahá
Terpujilah Engkau, ya Tuhanku! Bagaimanakah aku dapat bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mengkhususkan daku dan memilih daku di atas semua hamba-hamba-Mu untuk menyatakan Diri-Mu ketika semua telah berpaling dari keelokan-Mu! Aku naik saksi, ya Tuhanku, bahwa seandainya aku diberi seribu kehidupan oleh-Mu dan mempersembahkan semuanya itu di Jalan-Mu, aku masih tetap gagal membalas pemberian-pemberian yang paling kecil pun yang telah Engkau anugerahkan kepadaku melalui rahmat-Mu. Aku telah tidur pada dipan keakuan sewaktu Engkau membangunkan daku dengan nada-nada keilahian suara-Mu, dan telah membuka kepadaku keelokan-Mu, dan telah memungkinkan daku mendengar ucapan- ucapan-Mu dan mengenali Diri-Mu, dan mengucapkan pujian-Mu dan menjunjung tinggi kebajikan-Mu dan berteguh hati dalam cinta-Mu. Akhirnya aku jatuh tertahan di tangan orang-orang keras kepala di antara hamba-hamba-Mu. Oleh karena itu, Engkau melihat pembuangan yang dideritaku di hari-hari-Mu dan Engkau mengetahui kerinduanku yang dalam untuk melihat wajah-Mu, dan hasratku yang tak tertahan untuk memasuki istana kemuliaan-Mu, dan gerakan hati-ku yang disebabkan oleh angin-angin rahmat-Mu. Aku memohon kepada- Mu, ya Engkau Raja alam-alam ciptaan dan Pewahyu segala nama, agar menulis namaku di antara nama- nama mereka yang dari keabadian telah mengelilingi Kemah keagungan-Mu dan berpegang teguh pada jubah kasih sayang-Mu serta berpegang erat pada tali rahmat-Mu yang mesra. Sesungguhnya, Engkaulah Penolong Dalam Bahaya, Yang Berdiri Sendiri.
*“Berdermawanlah dalam kemakmuran dan bersyukurlah dalam kesukaran”. *“Hakikat kemurahan hati bagi seorang hamba adalah menghitung kembali rahmat-rahmat Tuhannya dan bersyukur kepada-Nya pada setiap waktu dan dalam segala keadaan”. - Bahá’u’lláh *“Apakah engkau menyadari betapa banyak engkau harus bersyukur atas berkat-Nya? Seandainya engkau berterimakasih kepada-Nya seribu kali dengan setiap napas, itu pun tidak akan cukup…” - ‘Abdu’l-Bahá
Kemuliaan bagi-Mu, ya Rabi Tuhanku! Janganlah merendahkan dia yang telah Engkau luhurkan dengan kekuasaan kedaulatan-Mu yang abadi, dan jangan- lah dia yang telah Engkau izinkan untuk memasuki kemah keabadian-Mu, dijauhkan dari Engkau. Apakah Engkau akan menyisihkan dia, ya Tuhanku, yang telah Engkau lindungi dengan Ketuhanan-Mu, dan apakah Engkau akan menjauhkan dari-Mu, ya Hasratku, dia yang baginya Engkau menjadi perlindungan? Dapatkah Engkau menghinakan dia yang telah Engkau muliakan atau melupakan dia yang telah Engkau beri kesanggupan untuk mengingat-Mu? Dimuliakanlah Engkau sebesar-besarnya! Engkau adalah Dia yang untuk selama-lamanya menjadi Raja seluruh alam ciptaan dan Penggerak Utamanya, dan Engkau akan tetap selama-lamanya menjadi Tuhan segala makhluk dan menjadi pula Pengatur mereka. Dimuliakanlah Engkau, ya Tuhanku! Jika Engkau tidak lagi mengasihani hamba-hamba-Mu, lalu siapakah yang akan menunjukkan kasih sayang pada mereka? Dan jikalau Engkau menolak untuk menolong para kekasih- Mu, siapakah yang dapat menolong mereka? Dimuliakanlah, dimuliakanlah Engkau setinggi- tingginya! Engkau dipuja karena hakikat-Mu dan sesungguhnya, kami semua menyembah Dikau; dan Engkaulah nyata dalam keadilan-Mu, dan sesungguh- nya, kami semua naik saksi pada-Mu. Sesungguhnya, Engkau dicintai karena rahmat-Mu. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Penolong Dalam Bahaya, Yang Berdiri Sendiri.
*“Kematian itu memberikan kepada setiap mukmin yang yakin cawan kehidupan sejati… kematian memberikan hadiah kehidupan abadi”. - Bahá’u’lláh
*“Diberkatilah roh itu yang pada saat ia terpisah dari tubuhnya, tersucikan dari khayalan-khayalan orang-orang di dunia. Roh yang demikian itu, hidup dan bergerak sesuai dengan Kehendak penciptanya dan memasuki firdaus yang maha tinggi. Bidadari-Bidadari surga, para penghuni istana terluhur akan berkeliling disekitarnya dan rasul-rasul Tuhan dan orang- orang pilihannya akan mencari pergaulan dengan dia …Jika seseorang diceritai hal-hal yang telah ditakdirkan bagi roh yang demikian itu di alam-alam Tuhan, …seluruh wujudnya saat itu juga akan menyala karena kerinduannya untuk mencapai kedudukan yang terluhur, suci dan gemilang itu. …Keadaan roh setelah mati tidak dapat dilukiskan, tak pula diizinkan dan layak untuk dibukakan seluruh sifatnya kepada mata manusia.” - Bahá’u’lláh
*"…Janganlah berputus asa, janganlah merana, janganlah mengeluh, dan jangan pula meratap atau menangis karena kegelisahan dan kesedihan mempengaruhi arwahnya di alam Ilahi…". ‘Abdu’l-Bahá
Aku naik saksi, ya Tuhanku, bahwa Engkau telah menjadikan daku untuk mengenal dan menyembah Dikau. Aku naik saksi pada saat ini akan kelemahanku dan kekuatan-Mu, kemiskinanku dan kekayaan-Mu.
Tiada Tuhan selain Engkau, Penolong Dalam Bencana, Yang Berdiri Sendiri.